Ceritanya begitu pulang dari latihan debat marketing di kampus, dengan semangat empatlima niat lillahita’ala aku kerjain deh tugas untuk membuat artikel dengan mosi dampak kenaikan pajak film luar negeri terhadap peningkatan kualitas film domestik. Tapi entah mengapa begitu laptop nyala dan internet konek, niat yang semula aku kumpulin tadi hilang total gak tau perginya kemana. Mosi yang udah sedemikian cantik dan siap untuk dikritisi tiba tiba aja stagnan hahaha.
Jemaripun asal bergerak mengikuti bioritme arus kemana laptop ini akan menuntun dan memberikan saya petunjuk. Iseng-iseng satu persatu dokumen baik yang lama maupun yang baru saya buka sembari menghapus jikalau nanti ditemukan data yang sekiranya hanya bersifat sampah saja. Gak kerasa ternyata ini laptop udah tua terlihat dari kapan saya membeli, pertama kali menggunakan dan dokumen yang paling awal di-save. Mulai dari dokumen-dokumen gak jelas, lagu-lagu MP3 jaman bahuela hingga foto-foto yang menunjukkan ketika saya masih unyu-unyu nya haha.
Tak sadar sampailah jari-jari ini menuntun hingga menunjukkan ke sebuah dokumen berisikan artikel yang ternyata masih tersimpan sangat rapi dan tidak berubah sedikitpun. Umur dokumen itu sekita satu-setengah-tahun terhitung dari tanggal saya menulis artikel tersebut. Demi apapun, artikel itu adalah artikel yang paling mengesankan bagi saya. Why? saya menulis artikel tersebut dalam rangka lomba paper yang diadakan oleh DEPLU BEM PUSAT IM Telkom 2009 untuk mencari delegasi IM Telkom di ajang Konferensi Mahasiswa Bisnis Indonesia dimana IM Telkom sebagai founder acara yang konon katanya akan diadakan terus-menerus secara berkesinambungan tiap tahun *hahaha jujur, kaget lho dan baru inget kalo ternyata saya pernah menulis dan mempresentasikan paper tersebut, ternyata softcopy file-nya masih ada*
pengen tahu lebih dalam seperti apa isi dari paper saya tersebut? baca selengkapnya
UMKM INDONESIA DAN PERANAN HIMPUNAN MAHASISWA BISNIS SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI INDONESIA
A. Tentang UMKM dan Perkembangannya di Indonesia
UMKM, singkatan dari Usaha Mikro Kecil Dan Menengah. UMKM merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah. Begitu juga dengan negara Indonesia UMKM ini sangat memiliki peranan penting di dalam laju perkembangan perekonomian Indonesia. Karena, hanya usaha mikro semacam UMKM lah yang mampu menyelamatkan perekonomian bangsa dari keterpurukan. Terlebih pada masa-masa sekarang ini dimana perekonomian dunia sedang dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan setelah muncul adanya isu krisis ekonomi global yang melanda dunia tahun 2008 lalu. Di Indonesia sendiri tercatat kurang lebih terdapat 50 juta UMKM. Oleh karenanya, UMKM ini juga sangat membantu negara dan pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan lewat UMKM juga banyak tercipta beberapa unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan sektor rumah tangga.
UMKM sebagai fondasi perekonomian suatu negara jelas sangat membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Namun ironisnya, perkembangan UMKM di Indonesia dinilai kurang mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah Indonesia sendiri dilihat dari banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak terlalu berpihak ke sana. Pemerintah justru lebih memperhatikan nasib perusahaan-perusahaan besar yang malah belum tentu dapat menyelamatkan perekonomian bangsa ini mengingat banyaknya perusahaan besar yang bangkrut akibat banyaknya hutang dan berbagai intervensi pihak asing. Salah satu contohnya, setiap penurunan suku bunga, industri kecil hanya kebagian ampasnya. Padahal dengan perkiraan sekitar 50 juta UMKM di Indonesia, berarti penambahan 1 tenaga kerja dalam setiap unit saja sudah berarti sekitar 50 juta lapangan kerja baru. Mengapa hal itu bisa terjadi? Hal ini dapat terjadi karena banyak sekali hal-hal yang menghambat perkembangan UMKM di Indonesia dan sampai sekarang masih belum diketahui solusinya. Permasalahan tersebut antara lain :
a. Kurangnya modal. Masalah permodalan biasanya lebih disebabkan karena ketidaktahuan para ”pemain” tentang prosedur yang harus dilalui dalam meminjam modal atau kalaupun tahu, biasanya lebih disebabkan karena ketidakmampuan menyediakan jaminan atas pinjaman modalnya.
b. Produk-produk asing mulai berdatangan ke dalam negeri. Dewasa ini, Indonesia semakin dimanjakan oleh produk-produk asing yang notabene lebih canggih dan lebih modern jika dibandingkan produk dalam negeri. Hal ini turut menghambat perkembangan UMKM sebagai produsen barang dalam negeri.
c. Rendahnya kualitas produk ; kapasitas produk UMKM kecil dan belum ada standar kualitas yang sesuai dengan pasar luar negeri. Walaupun para pengusaha memang sudah berusaha mencari terobosan pasar alternatif ke luar negeri, antara lain ke negara tetangga , sayangnya ketika ada permintaan begitu besar para pengusaha UMKM Indonesia tidak siap untuk menanganinya.
d. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi. Banyaknya permintaan akan produk bisnis tak bisa dipisahkan dengan penggunaan teknologi informasi dalam memasarkan produknya dewasa ini. Banyak UMKM mengaku kesulitan dalam memasarkan produknya dengan alasan minimnya info pasar, keterbatasan ketrampilan di bidang penjualan, hingga ke masalah keterbatasan aktifitas promosi. Para pengusaha UMKM terutama yang notabene tinggal di daerah pedesaan tidak menyadari bahwa ada cara baru dalam memasarkan produknya dan tentu saja ini melibatkan teknologi informasi yang masih belum mereka ketahui.
e. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan wirausahawan. Kualitas SDM dan wirausahawan tentang bagaimana cara memanajemen UMKM mereka juga berpengaruh besar terhadap perkembangan UMKM. Namun sangat disayangkan ternyata masih banyak juga UMKM yang tidak memiliki manajer yang cukup berkompeten dalam memanajemen usaha mereka tertutama UMKM yang terletak di pedesaan atau daerah pelosok. Hal ini dapat dikarenakan pula rendahnya pendidikan serta kekurangan pengalaman didalam memanajemen UMKM.
B. Peranan Himpunan Mahasiswa Bisnis Sebagai Penggerak Perekonomian Indonesia
Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk menangani masalah ini, bukan hanya menjadi tugas pemerintah Indonesia saja namun seluruh elemen bangsa ini harus turut andil dalam menangani kasus ini. Jika perekonomian suatu bangsa maju, maka pendapatan negara juga meningkat dan otomatis pun kehidupan masyarakat juga semakin membaik. Bukankah jika kehidupan rakyat membaik maka rakyat sendiri yang juga merasa senang?
Hal ini pula lah yang patut menjadi perhatian kita bersama selaku mahasiswa bisnis. Jelas, andil kita sangat dibutuhkan sebagai wujud dari kegiatan pengabdian masyarakat di negeri ini. Setelah kita mengetahui secara rinci apa saja masalah-masalah yang dihadapi oleh UMKM-UMKM di negeri ini, maka kita bisa memberi alternatif penyelesaian masalah sebagai berikut :
a. Melakukan program pemberdayaan sumber daya manusia. Jack Welch berkata, “Orang dulu, baru strategi”. Itulah pangkal masalah bisnis UMKM ada pada sumber daya manusia (SDM). Bisnis adalah mengelola orang, bukan barang. Sedangkan barang sendiri dikelola oleh orang. Peningkatan aset barang belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan profit. Namun peningkatan SDM pastilah berbanding lurus dengan peningkatan profit. Maka dari itulah, kita sebagai mahasiswa bisnis dapat memberikan kontribusi kita dalam memajukan UMKM Indonesia dengan cara memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat bagaimana cara memanajemen UMKM agar dapat dikelola secara mandiri dan profesional.
b. Membantu memperkenalkan teknologi informasi. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan umat manusia, tak terkecuali sebuah bisnis. Bahkan di era sekarang, penguasaan teknologi informasi sudah menjadi hal yang wajib. Salah satu teknologi informasi yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan dunia bisnis dewasa ini adalah internet. Internet memiliki peranan sangat penting bagi usaha kecil dan menengah sekarang ini, karena dengan internet, para pelaku usaha kecil dan menengah tersebut dapat memperoleh informasi , berkomunikasi dan mempromosikan berbagai produk yang di produksi oleh UMKM-UMKM tersebut. Hal ini sangat berdampak positif bagi perekonomian di Indonesia maupun dalam rangka peningkatkan daya saing dalam bidang penyediaan produk atau jasa yang ada di segala bidang. Inilah salah satu tugas kita sebagai mahasiswa bisnis untuk membantu memperkenalkan kepada UMKM-UMKM tentang fungsi dan peranan teknologi informasi di dalam memasarkan dan mempromosikan produknya, terlebih kepada UMKM yang terletak di pedesaan. Kita dapat memberikan suatu pelatihan kepada pelaku bisnis UMKM tentang penggunaan teknologi informasi di dalam bebisnis. Pemasaran produk dengan menggunakan teknologi informasi juga dinilai lebih hemat dan efisien karena tidak memerlukan biaya banyak untuk berpromosi. Bahkan bisa jadi dengan menggunakan teknologi seperti ini produk mereka tidak hanya terkenal di dalam negeri namun sampai ke luar negeri.
c. Membantu menangani masalah permodalan. UMKM banyak didirikan oleh mereka yang memiliki ekonomi pas-pasan sehingga banyak diantara UMKM-UMKM tersebut kekurangan modal. Banyak diantara mereka yang tidak mengetahui tentang prosedur yang harus dilalui dalam meminjam modal atau kalaupun tahu, biasanya lebih disebabkan karena ketidakmampuan menyediakan jaminan atas pinjaman modalnya. Oleh karena itu, kita dapat membantu mereka salah satunya dengan cara menjelaskan dan memberi pembinaan tentang bagaimana prosedur yang harus dilalui dalam meminjam modal. Untuk langkah ini, ada baiknya kita meminjam terhadap bank-bank yang sudah berkomitmen bisa membantu perekembangan UMKM seperti BRI.
d. Memprakarsai berdirinya perusahaan skala sedang. Perusahaan besar tidak mampu menyelamatkan perekonomian suatu negara jika perekonomian negara sedang anjlok. Perusahaan skala kecil yang bisa menyelamatkan justru kurang mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Kita sebagai mahasiswa bisnis bisa juga turut memberikan sumbangsih kita dengan cara menciptakan inovasi baru seperti mendirikan perusahaan skala sedang. Industri skala sedang dapat juga memperkuat perekonomian suatu negara manakala UMKM sedang lesu. Contoh perusahaan skala sedang yaitu kita dapat memiliki bisnis kos-kosan di area kampus, mendirikan rumah makan sederhana dengan berbagai cabang, dan lain sebagainya.
Kita tidak perlu menunggu pemerintah terlebih dahulu untuk menangani kasus ini. Justru jika kita yang terlebih dahulu memulainya, maka diharapkan agar pemerintah semakin tergerak hatinya untuk memperhatikan dan segera menuntaskan masalah ini. Karena ini termasuk problematika nasional yang membutuhkan banyak pihak untuk membantu menyelesaikannya.
C. Kesimpulan
Walaupun UMKM merupakan fondasi penting perekonomian bangsa dengan terdapatnya 50 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia dalam berbagai macam jenis usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, barang kerajinan, dan lain-lain, namun sayangnya pemerintah Indonesia justru kurang memperhatikan nasib dan kelangsungan UMKM itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kebijakan dan sikap pemerintah yang tidak terlalu berpihak kepada perkembangan UMKM, tetapi justru memperhatikan nasib perusahaan besar yang belum tentu dapat menyelamatkan perekonomian bangsa ini mengingat banyaknya perusahaan besar yang bangkrut akibat banyaknya hutang dan berbagai intervensi pihak asing. Banyak juga perusahaan besar yang konon katanya menjadi aset berharga milik negara namun kini telah diprivatisasi dan dijual kepada pihak asing. Seperti contohnya PT.Indosat yang awalnya merupakan rival PT.Telkom di industri telekomunikasi milik negara, namun kini telah diprivatisasi dan dijual kepada Singapura.
Walaupun demikian, kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja dalam menuntaskan hal ini. Walaupun memang, kedudukan pemerintah terlebih posisi menteri UMKM begitu penting di dalam menangani perkembangan UMKM di Indonesia, namun kinerja tersebut tidak akan ada artinya jika tidak didukung dan dibantu oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia, khususnya kita sebagai mahasiswa bisnis. Kita dapat membantu perkembangan UMKM salah satunya dengan menggunakan cara-cara yang sudah disebutkan diatas sebagai perwujudan dari salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. UMKM merupakan sumber mata pencaharian warna negara Indonesia yang paling utama. Dengan UMKM itulah rakyat menggantungkan hidupnya. Bisa dibayangkan dengan perkiraan sekitar 50 juta UMKM di Indonesia, berarti penambahan 1 tenaga kerja dalam setiap unit saja sudah berarti sekitar 50 juta lapangan kerja baru. Jika hal itu terjadi secara kontinu, maka Indonesia tak perlu lagi mengirimkan TKI ke luar negeri yang nantinya juga hidup mereka belum tentu lebih baik.
Kita tidak perlu menunggu pemerintah terlebih dahulu untuk menangani kasus ini. Justru jika kita yang terlebih dahulu memulainya, maka diharapkan agar pemerintah semakin tergerak hatinya untuk memperhatikan dan segera menuntaskan masalah ini. Karena ini termasuk problematika nasional yang membutuhkan banyak pihak untuk membantu menyelesaikannya.
Referensi : www.suaramerdeka.com
___________________________________________________________________
“Dari sekitar 20an paper yang masuk, kamu satu-satunya angkatan 2009 yang lolos di final ini. walaupun kamu tidak terpilih sebagai delegasi namun jangan lupa untuk selalu mengasah lagi kemampuan kamu karena mumpung kamu masih muda dan peluang masih terbuka lebar. sukses selalu!” - Teh Nila, salah satu juri yang paling kredibel
*tuh kan yang diomongin juga jadi malah out of motion gini. HAHAHA gak banget!