Bandung 13 Februari 2011, in my purple narrow private room
Entah mengapa malam ini udara Bandung yang saya rasakan begitu pas : tidak terlalu gerah dan juga tidak dingin. Pas sekali padanannya. Saya kebetulan sekali malam ini tidak mengeluhkan kamar saya yang berasa lemari es ataupun kamar mandi yang berasa salju. Yah, inilah udara yang saya nanti-nantikan selama ini. Udara yang sangat nyaman menemani setiap pergerakan tubuh. Pergerakan tubuh inilah yang mengantarkan saya untuk sekedar memanjakan diri melakukan me time with hobbies yang salah satunya dalah mengupdate tumblr ini.
I just want to tell you that I miss the old me. Why so?
Dahulu, saya bisa dikatakan terlampau bersemangat. Kalau mau tau kapan tepatnya waktu saya masih jadi mahasiswa semester 1. Segepok mimpi dan tantangan siap saya raih satu-persatu. Sederet wish list yang saya buat di awal masuk kuliah terorganisir rapih sesuai prioritas. Motivasi dengan segala kekuatannya berusaha untuk selalu menemani kemana langkah ini kan berpijak. Berbagai tujuan telah menanti di depan. Hanya sebuah kalimat indah memuji mengagungkan namaNya ketika target tersebut sukses saya lalui.
But, did u know what’s happen now?
Malas. Penyakit inilah yang menggerogoti saya selama ini. Saya tidak tahu darimana asal muasal virus ini bisa nemplok ke tubuh saya. Jarang memperhatikan dosen kalau di kelas, males bersih-bersih kamar, menunda-nunda tugas, demi apapun penyakit ini benar-benar merugikan diri saya dan membuat saya merasa bersalah pada Tuhan. Mengapa? Saya merasa usaha tidak sebanding dengan hasil. Hal ini juga telah meracuni otak saya pada sebuah mindset ‘hasil akhir lebih penting daripada proses’. Atau memang Tuhan yang terlamapu baik pada saya? Wallahualam. Tapi yang terjadi sebaliknya pada saat nilai semester 3 keluar kemarin ipk saya benar-benar terjun bebas paralayang. Satu nilai sukses membuatku shock. Ya, Tuhan telah meberiku peringatan dengan cara yang begitu manis.
Next, saya dipercaya untuk memegang suatu amanah. I think I have to told you what in the previous posting. Sayangnya kinerja saya kurang maksimal sehingga banyak orang yang merasa kecewa atas hasil kerja saya tersebut. Tidak jarang jika terdapat masalah mulutku lebih cepat bereaksi daripada pikiranku. Mulai dari mengeluh, mengumpat, hingga membuat kebun binatang sendiri. Lidah memang tidak bertulang tapi dari situlah sumber terbesar dosa. Akibatnya, salah satu impian saya tahun ini gagal total.
Then, Saya bingung mau memulainya lagi darimana. Now I realize that they’re the real bestfriend. Saya menyadari betapa bodohnya saya yang telah terbujuk rayuan munafik yang bertujuan untuk mengadudomba memisahkan antara saya dengan merteka.
Hal hal tersebutlah yang telah memicu saya untuk membangkitkan kembali gairah yang telah lama hilang dalam melakukan hal-hal berikut ini :
1. Saya kan berusaha semampu saya untuk menaikkan lagi ipk saya tersebut. Setidaknya saya sedkit demi sedikit mengusir penyakit malas tersebut. How dynamic our academic world! Tapi apaun itu yang terjadi saya harus selau berusaha bersyukur tanpa terlena. Menunduk karena dibawahku masih banyak yang belum beruntung & melihat ke atas karena diatasku berjibun orang-orang pintar.
2. Apapun yang diberikan dan titipkan ke saya adalah amanah. Hanya dengan syarat : dekat pada Allah SWT sajalah, agar senatiasa diberikan kemudahan oleh Nya dalam memapaki hidup ini serta diberikan petrunujk agar terhindar dari segala bentuk kesesatan.
3.I’m so sorry my bestfried! I’m sure that I ‘ll be better than before. Hai manusia yang telah memanfaatkan saya untuk memenuhi keinginan busukmu! Sadarlah!karena kini saya telah menegetahui apa yang selama ini kamu sebunyikan.
Hello semester 4! Glad to see you. Be nice please :))