The Untold Stories

Mega Dewi | October 15, 1991 | Business Information System | Passion for knowledge | Indonesia - Singapore | Not a great story teller | @megamariezta | Expect a heavy dose of things to read
Who I Follow

Suatu pagi sekitar jam 10 seusai UAS Perilaku Organisasi, saya bergegas mencari salah seorang teman saya yang berbeda ruang ujian dengan saya. Setelah melewati dan disapa si penyemangat hidup dengan senyumnya yang makes me melt as always (cieileeehh.. gak penting! #abaikan) akhirnya saya dapati juga teman saya itu di lantai 4. Tak disangka tak dinyana, teman saya tersebut langsung bercerita pada saya tentang pertemuannya dengan seorang senior (yang konon orang itu juga senior dia waktu SMA) yang belakangan ini bisa dibilang dekat dengan saya.

B : “eh, kemaren aku ketemu kang ini loh di D’cost”

M : “oiya? Sama siapa dia?”

B : “sendirian sih, katanya dia lagi nunggu temennya”

M : “heemmm, tumben gak sama bininya”

B + M : “HA-HA-HA”

B : “eh, katanya dia udah lulus ya?”

M : “setau gue sih baru lulus sidang proposal, skripsi lagi otw”

Dalam waktu bersamaan, saya mendapatkan semacam sms reminder  bahwa besok jumat 21 januari 2011 akan diadakan Kongres KM IM Telkom yang itu artinya saya akan segera turun jabatan.

Saya terhenyak. Oh Tuhan, Kongres? Saya baru menyadari detik demi detik cepat sekali berputar tanpa ada yang bisa untuk melawannya. Saya merenung. Tentang apa saja yang sudah saya lakukan untuk KM yang masih seumur jagung. Tentang kontribusi saya selama ini. Tentang seberapa banyak tenaga dan waktu yang sudah saya korbankan demi kemajuan kampus saya. KPR, BEM IM Telkom, Kompetisi seragam, pedak, bla bla bla. Masih apatiskah saya? Masih labilkah saya jika dilihat dari ukuran tugas dan tanggungjawab yang selama ini saya terima? Saya mencoba berpikir sedalam mungkin untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut yang kian berkecamuk di dalam hati (jangan dibaca galau!). Belum selesai saya berpikir, setan jahanam datang  menginterupsi pikiran saya “merasa gak sih kalo selama ini kamu capek? Apa guna capekmu selama ini? Apa guna kamu sering sakit? Apa guna kamu selama ini banyak mengorbankan waktu berkumpul sama sahabat-sahabatmu? Kamu selama ini dibayar apa? Mana? MANA??)

Astaghfirullahadzim, saya menyadari bahwa selama ini kinerja saya masih jauh dari kata IDEAL. Masih banyak pihak yang belum puas dengan kinerja saya apalagi kalau mengingat posisi saya bisa dibilang cukup vital : direktorat advokasi Departemen Kesejahteraan Mahasiswa BEM Pusat IM Telkom. Dimana pemangku jabatan ini memiliki tugas utama untuk mengadvokasi kebutuhan mahasiswa sehubungan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh institusi.

Pertanyaan berikutnya, mengapa saya begitu pede melakukan itu semua seakan-akan saya melakukannya tanpa beban? Padahal tugas-tugas itu menuntut untuk work under pressure? Apa yang membuat saya terinspirasi? Darimana datangnya? Siapa?

(To be continued…. I’ll tell you later… Silakan penasaran dulu…)